Pangkalpinang, Jum’at,17/10/2025 – Semangat kemandirian dan keberanian dalam membangun usaha dari nol menjadi semangat yang terasa kuat saat kunjungan ke warkop Kopkelone (Kopi Jelutung One), sebuah usaha kopi lokal yang dirintis oleh Pak Ikbal, seorang petani kopi dari Bangka Tengah (Jelutung 1). Kunjungan ini menjadi inspirasi bagi LAZISMU Kep. Babel pada program pemberdayaan Ekonomi.
Pak Yudistira Bagus Pratama, M.Kom selaku Ketua Bidang III Pendistbusian dan pendayagunaan, Monitoring Dan evaluasi , Mengatakan “Bahwa Lazismu Kep. Bangka Belitung merupakan lembaga filantropi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Sosial Dakwah dan Kemanusiaan. Kami mengucapkan Terimaksih kepada pak Ikbal telah meluangkan waktu untuk sharing dikusi dengan tim Lazismu Kep. Bangka Belitung terkait program pemberdayaan dan pendayagunaan salah satunya rencana program café Isyarat yang membuka peluang pekerjaan untuk para disabilitas”.
Program pemberdayaan dan pendayagunaan merupakan program untuk memuliakan mustahik menjadi muzakki. Dengan semagat kreatifitas dan inovasi, LAZISMU Kep. Bangka Belitung membuat program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang di seputaran wilayah Kep. Bangka Belitung.
Pak Ikbal Mengatakan“ Saya sangat bersyukur atas kunjungan dari Bapak/Ibu LAZISMU Kep. Bangka Belitung yang peduli terhadap program tersebut dan saya membuka seluas-luas nya bagi Bapak/ibu terkait suksesnya progra tersebut“.
Pak Ikbal sosok petani yang menanam kopi dengan modal dari biji kopi. Perjalanan awal tidaklah mudah. Ia berbagi pengalaman dengan petani luar daerah, belajar tentang proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas rasa kopi. Ini menjadi titik balik dalam usahanya.
Melalui Kopi Jelutung One, ia tidak hanya mengembangkan produk kopi, tetapi juga memberdayakan petani lokal Bangka Tengah. Sejak tahun 2023, sebanyak 10.000 bibit kopi robusta telah diajukan dan ditanam untuk membantu petani lain memulai kebun kopi mereka.Uniknya, proses pemilahan dilakukan sangat ketat. Hanya buah kopi merah yang dipanen, dan 50% hasil panen petani lokal diserap oleh Pak Ikbal, memberikan kepastian pasar bagi mereka. Pak Yudistira Bagus Pratama, M.Kom, Menyampaikan “Kami juga memohon dukungannya kepada Masyarakat untuk menunaikan ZIS (Zakat, Infak dan Shadaqoh) di LAZISMU Kep. Bangka Belitung, sehingga terwujudnya Program Pemberdayaan dan pendayagunaan Café Isyarat” Program Cafe Isyarat ini menjadi Hulu dan hilir dari Petani Kopi Lokal menjadi sebuah kopi yang siap di seruput.