Pangkalpinang, 17 Januari 2026— Lazismu Kepulauan Bangka Belitung mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan realisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mencapai lebih dari Rp12 miliar. Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Tahun 2026.
Dalam pemaparannya, Ustad Heru Kurniawan, S.T., menyampaikan bahwa distribusi dana ZIS pada tahun 2025 didominasi oleh asnaf fakir dan miskin, sementara penyaluran terendah berada pada asnaf riqab dan mualaf. Ia menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian ke depan agar distribusi zakat semakin merata.
“Alhamdulillah, target tahun 2025 tercapai sebesar Rp12 miliar sekian. Ke depan, target penghimpunan 2026 Rp14 miliar sekian, dengan target wilayah Bangka Belitung sebesar Rp4 miliar lebih. Semoga bisa kita capai bersama,” ujarnya.
Selain itu, Ustad Heru juga menyoroti pilar lingkungan yang dinilai masih minim penyaluran. Ia berharap pada tahun 2026 pilar lingkungan dapat dimaksimalkan dan menjadi program unggulan Lazismu Kepulauan Babel. “Harapan saya, pilar lingkungan bisa menjadi pioner program unggulan di 2026,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pengawas Syariah Lazismu Kep. Bangka Belitung Ustad Jauhar Ridloni Marzuq, Lc. M.A., menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan dan keterlibatan DPS dalam berbagai aktivitas Lazismu. Ia mengungkapkan bahwa DPS telah melakukan audit syariah di Belitung dengan hasil yang baik.
“Secara fungsi, DPS adalah dewan pengawas yang mengamati dari luar. Namun kami tidak keberatan dilibatkan langsung dalam program dan rapat, karena ini bagian dari dakwah bersama. Mari kita pantau dan perbaiki sistem Lazismu Kepulauan Babel secara kolektif,” katanya.
Arahan juga disampaikan oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung Ayahanda Drs. H. Yunan Helmi Yazid, M.Si., yang menekankan pentingnya inovasi penghimpunan dana serta tata kelola perencanaan yang tepat waktu. Ia mencontohkan peluang kerja sama pengelolaan uang kembalian di minimarket sebagai potensi filantropi yang dapat dimanfaatkan Lazismu.
“Penyusunan RAPB seharusnya dilakukan sebelum tahun berjalan. Jika RAPB 2026 disusun di 2025, maka pelaksanaannya akan lebih terarah. Ini perlu kita perbaiki ke depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah Persyarikatan Muhammadiyah Wilayah (PWM), baik dari sisi pelayanan, fasilitas kantor, hingga sarana operasional, serta mengajak seluruh pengelola Lazismu untuk terus menjaga amanah melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Ayahanda Yunan Helmi secara resmi membuka kegiatan penyusunan RAPB Lazismu Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan penyusunan RAPB tahun 2026 ini resmi saya buka,”.
Penyusunan RAPB 2026 dilaksanakan selama dua hari, pada 17–18 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan dan tata kelola keuangan lembaga.